Hello, now.


It has been such a long time since the last time I posted my thoughts on this blog. And today I feel like to. So, yeah here I am right now pouring my thoughts while listening to NCT Dream’s new album (GO STREAM EVERYONE) lol jk

Okay, jadi mau cerita dulu deh sebelum lanjut nulis.

Jadi, waktu dulu, sebelum gue paham konsep ini, gue selalu memikirkan dan mengira-ngira hal apa yang akan terjadi besok or even like what I am going to do in the next five years. Hal ini sebenarnya enggak salah. Memikirkan atau membuat rencana untuk masa depan enggak salah dan bahkan cenderung bisa membantu kita untuk keep on track. dan fokus. Menjadi seorang yang visioner sama sekali enggak salah dan justru hebat banget menurut gue.

Namun sayangnya, menjadi seorang yang “terdikte” oleh goals doesn’t really suit with myself. Seperti yang udah gue bilang di atas tadi, memikirkan atau merencanakan masa depan bukan hal yang salah, tapi bisa jadi kurang baik untuk diri kita ketika kita terlalu sibuk berada di sana, di masa depan. Kita jadi lupa kalau hidup di detik ini juga perlu dipikirkan. Detik ini juga perlu mendapat perhatian yang sama (bahkan lebih), bukan hanya masa depan.

And not also the possibility of what comes next in future, some of us  also still trapped and haunted by the moments of past. Kadang kita masih dihantui kejadian-kejadian di masa lalu—kesalahan, kesedihan, kekecawaan, dan enggak jarang juga kebahagiaan. Loh emang salah kalau masih dihantui kebahagiaan di masa lalu? Nope, enggak salah. Anyway, gue bukan tipe orang yang mudah memfalsifikasikan atau menyalahkan suatu hal karena menurut gue setiap orang punya konsep benar dan salah yang berbeda. Okay, lanjut. Memikirkan kebahagiaan di masa lalu tentu enggak salah kalau hal tersebut membuat kita menjadi merasa lebih baik. Tapi, hal tersebut bisa menjadi hal yang kurang baik untuk mental kita kalau kita jadi selalu membandingkan dan enggak bersyukur atas apa yang terjadi saat ini. Yang terjadi sekarang, enggak semuanya salah masa lalu.

Oh iya, gue sering membaca dan mendengar cerita dari beberapa orang di sekeliling gue yang merasa khawatir tentang hal yang sebenarnya belum terjadi dan bahkan mungkin enggak akan terjadi.

“Nanti gimana ya kalau gue enggak lulus?”

“Nanti gimana ya kalau gue enggak punya teman?”

“Kalau nanti gagal gimana?”

“Enggak jadi coba deh, takut enggak bisa, nanti kalau jadi berantakan gimana?”

You haven’t been there, the future. You are here at the present. Kita enggak bisa kontrol masa depan, tapi kita bisa kontrol detik ini. Just go.

Sebelum gue lanjut, salah satu teman gue bilang kayak gini gue:

“Kalau gue, hidup gue perlu ada goals. Dengan kayak gitu, gue jadi enggak luntang-lantung. Jadi, mindset gue untuk saat ini, I set my goals, kalau enggak tercapai, harus lapang dada banget. Because consequences being a dreamer is failure.”

What a great sentences, me thinks. I do totally agree with her. Terutama di kalimat “because consequences being a dreamer is failure.”  Yup, that’s right. Kadang kita perlu tujuan untuk menentukan ke mana kita akan pergi. Untuk sebagian orang, tujuan adalah hal yang membuat mereka tetap maju dan bertahan. That’s beautiful.

Perlu digarisbawahi, hal yang ingin gue pinpoint dalam blog ini  bukan the idea of  setting goals itself. Gue tidak sedikit pun kontradiktif dengan pernyataan teman gue tersebut. Hal yang menjadi highlight dalam blog ini adalah the idea of being present. Beberapa dari kita mungkin terjebak dalam bayang-bayang apa yang akan terjadi di masa depan, meanwhile the fact is future is still a mystery.

Lalu, teman gue tersebut juga mengatakan, “sebenarnya imbang aja. Work on our dreams while living our life. Seharusnya sih bisa ya.”

Yup, that’s the point. Kita enggak boleh lupa juga kalau kita punya tanggung jawab atas diri kita di masa depan. Namun, ada hal yang enggak boleh lepas dari kontrol kita, yaitu hari ini. Some of us are consumed by what comes next and it robs us from the moment we can control of. Bukan hanya masa depan,  hari ini juga butuh untuk diurus.

Untuk beberapa orang, membuat rencana tentang pencapaian dalam beberapa tahun ke depan  is a good way to keep them on track and motivate them to keep going on, and that’s a beautiful way to be done. But, unfortunately, me personally not that kind of person. Sayangnya gue bukan orang yang bisa terikat oleh suatu sistem yang mengharuskan gue untuk lurus terus following the path. Kadang gue bisa belok ke kanan dulu sebelum lanjut lurus lagi, kadang gue bisa puter arah untuk menemukan jalan yang lebih nyaman. I am a free flyer. I’m letting life takes me wherever it wants.

Selama 20 tahun gue hidup, beberapa rencana gue hampir, no, bahkan kayaknya selalu berubah arah. I  planned A, but life offered me B. I  planned C but life offered me D. Did I hate it? I did. There was a time when I was mad and having thought that this all was really unfair. Why life never walked straight as I wanted to be? Why did I have to go this way? What is all this for?

As  day goes by, I learn many things. From those awful experiences, I’ve learned that it’s okay to change my way and letting myself fly wherever I want to fly. That’s why I named this blog nasastarspace. I want to be like space—limitless and beyond.

Live for today. That’s how people call it. Hidup untuk hari ini, apa yang terjadi hari ini, biar untuk hari ini. Tempat gue sekarang berada, bukan tempat yang sebelumnya gue impikan. SMP, SMA, dan kuliah,  those places were not my first dreams. But those places shape the way I am today. After all, this is our adventure.

When you are present, you are free. .

Yesterday is a history, tomorrow is a mystery, and today is a gift. And let's cherish that gift to the fullest.

“Big miracles we’re waiting on are happening right in front of us, at every moment, with every breath. Open your eyes & heart, you’ll begin to see them.” –Oprah Winfrey.

 

Written by Riri Zara :)

nasastarspace.blogspot.com

2 komentar: